Wednesday, December 24, 2008

KOISHIKUTE ..

Terinspirasi dari Koishikute nya UVERworld, tp gw gak tau arti lagunya apa,kata kk ana sih artinya YANG TERSAYANG ^^ , jadi ini fanfic sesua dengan pengelihatan gw aja! Hha, sankyu ^^.
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Tak disangka, akhir cerita cinta harus berakhir seperti ini. Kebodohan yg dilakukan Takuya, memang tidak bisa dimaafkan oleh Sora. Memang, takuya sudah menyadari bahwa ini semua adalah kesalahannya.
“ Sora ! Sora ! gomenasai !” jerit Takuya.
“ ya, aku sudah memaafkanmu .. “ sora hanya tersenyum.” Tapi semua rasa percayaku hilang Takuya, sayonara~~! “.
Itulah kata2 terakhir Sora kepada Takuya, sebelum ia benar2 pergi meninggalkan Takuya.

## ############################################################

“ Sepertinya aku harus ke Kanagawa “. Sora, harus meninggalkan Takuya di Tokyo, lantaran ibunya memintanya segera ke Kanagawa, entah ada urusan apa, tapi ibunya sangat ingin Sora segera ke Kanagawa. Mereka berdua, berusaha menjaga hubungan mereka yg sudah hampir setahun.
“ ya, mungkin aku hanya 2 bulan disana, lalu aku kembali lagi .. “, serunya, dan kemudian ia menitikkan air mata.
Takuya pun memeluk Sora. Tangisan Sora lepas dipelukan Takuya. Dengan segala kepercayaan Sora akhirnya pergi menuju Kanagawa.

Hari berganti hari. Takuya selalu menghabiskan harinya sendiri. Ternyata sangat sulit menghubungi Sora yg ada di Kanagawa. Sampai akhirnya, Takuya tidak tahan dengan hubungan jarak jauh. Tiba2 saja ia berpacaran dengan Chika, cwek yang dari dulu memang sudah tergila2 dengan takuya.

Satu sekolah tau itu, bahkan beredar gossip bahwa Takuya sudah putus dengan Sora. Ada sedikit penyesalan sebenarnya dalam diri Takuya, namun, ia tidak mau, dan tidak ingin menuggu Sora selama 2 bulan. Ia merasa tidak yakin bahwa Sora masih tetap mencintainya setelah Sora kembali ke Tokyo.

“ aku tidak tau, yg jelas aku memutuskan hubungan ini secara sepihak “, jelas Takuya kepada Akira, bandmatenya.
“ Bodoh kau takuya! Kami semua kenal Sora, ia tidak mungin berbuat begitu !!! “, bentak Akira.

Banyak yg tidak menyetujui hubungan Takuya dengan Chika. Chika sangat membenci Sora, karna Sora mendapatkan cinta Takuya.

Semua berjalan seperti biasa. Namun, ada satu hal yang mmbuat takuya tak bisa berbuat banyak terhadap chika .. ya, Takuya tak menemukan apa yg ia temukan pada Sora. Kasih sayang, kehangatan, warna dan cahaya. “ Baka! “.

Sebulan terlewati. Hubungan chika dan takuya memasuki minggu kedua. Baru dua minggu saja, Chika sudah banyak merepotkan takuya. Ya, seperti memintanya terus menjemput, atau menelfon tiap malam, dan segala hal yg tidak pernah dilakukan Sora, chika melakukan itu.

“ pelajaranmu menurun Takuya “. Ia dipanggil oleh wali kelasnya.
Takuya yang dulu selalu mendapat nilai terbesar kedua di kelas, kini malah menjadi nomor dua dari bawah.
“ bapak tak mengerti apa yg terjadi padamu, sepertinya hubungan mu dengan chika merusak prestasi mu “.

Takuya hanya bisa diam. Apa iya? Semua karna chika, batinnya. Tetap saja ia tak hiraukan itu. Pulangnya, Takuya ada janji dengan chika. Chika ingin ditemani membeli berbagai macam peralatan perempuan, seperti rok, lipstick dan hal hal lainnya. Seharusnya, ia menuju studio dan berlatih band dengan teman2nya.

tiba tiba saja …
“ TAKUYA .. … .. “.
Suara yang tak asing itu ..
Takuya pun menoleh, dan mencari suara siapa yang barusan memanggilnya. Ia berlari mencari cari siapa yang memanggilnya. Sora ! sora ! itu sora !! hatinya mengatakan itu. Ia mendengar suara sora yang terus memanggilnya.

Semua itu .. ya! Takuya merasa sudah membohongi sora. Ternyata ia sangat mencintai sora. Merindukan sora. Dan sangat ingin melihat sora. Ia sangat menyesal memacari chika yang sudah membuatnya jatuh seperti itu.

Tak ada yang memanggilnya saat itu. Ia meminta izin untuk pulang terlebh dahulu kepada chika. Memang chika sangat marah, tp ia memaksa. Ia terus menangis sepanjang jalan menuju rumah.

Hari ini, sudah sebulan 1 minggu ia tanpa sora dan 3 minggu dengan chika. Hampa. Hanya itu kata2 yang terus terlukis di hatinya. Chika tak mengubah semuanya menjadi lebh baik, malah membuatnya semakin mencekam.

Dan hari ini pula, semua kejadian yang menyakitkan terjadi. Saat chika meminta diantarkan ke sebuah department store untuk belanja.

Ditengah perjalanan ..

“ TAKUYA ? “.
Kali ini tak mungkin salah. Matanya terperanjak. Tuhan. Suara ini benar benar .. benar .. benar sora. Ia pun menoleh. Dilihatnya sesosok wanita, dengan rok putih dan wajah yg sangat tidak asing baginya. Tas yang wanita itu genggam jatuh seraya dengan air matanya. Seketika, takuya melepaskan gandengannya denga chika.

“ Sora .. Gomen .. “. Desah takuya perlahan. Ia tak mengedip.

Air mata sora trus menetes. Takuya sangat tak menyangka bahwa sora akan kembali 3 minggu lebih cepat dari kanagawa. Chika yang melihat ada sora, malah memeluk lengan takuya dan meberikan senyum licik.

Takuya pun melepaskan pelukan chika di lengannya. Air mata sora tak berhenti menetes. Sampai akhirnya sora mengambil tasnya dan berlari menerobos chika dan takuya. Ia tak hanya diam melihat sora pergi melewatinya. Ia mengejar sora.

“ Sora !! “
Sora berhenti berlari. Sepertinya ia akan mendengarkan penjelasan takuya. Takuya pun memutar balik tubuh sora. Dan kini mereka berhadapan.
“ aku .. aku benar benar minta maaf sora. Aku sudah berfikir yang tidak2! Aku kira, setelah kau kembali ke Tokyo, kau tidak akan menyukaiku lagi .. “.

Sora menangis. Ia pun menarik nafas kemudian berbicara.
“ kamu tau, kenapa aku kembali hari ini, bukan 2 minggu lagi, karna aku merindukanmu takuya. Dan kamu tau, aku disuruh ibuku melanjutkan SMA di belanda, karna ayahku akan tugas ke sana. Tapi aku jelas2 menolak .. karna kamu! Tapi ternyata aku salah .. “, tangisan sora membuat takuya tak bisa berkutik.

Semua yang ia fikirkan selama ini itu salah. Takuya pun berlutut. Ia menangis sambil memegang kedua tangan sora.
“ maaf .. “.
Takuya menangis dan hanya mengatakan kata2 maaf. Terus berulang. Ia tak mengatakan kata2 lain.
“ tapi aku sangat menyesal sora! Sangat menyesal ! aku tau aku sangat bodoh !!! “.
“ takuya .. sudah, tidak ada yang perlu disesali, menyesal tak ada gunanya“.
“ aku, sungguh ! ternyata hanya kamu yang aku cintai. Aku tak bisa mencintai chika, aku tak bisa lupa kamu. Sora .. Koishikute !!”.

Sora terdiam. ia menatap langit, agar air matanya tak terus jatuh.

“ sora! Dengarkan aku, aku tidak akan mengulangi kesalahan bodoh ini lagi! Aku berjanji ! aku berjanji sora! “ takuya menatap dalam kedua mata sora.
“ ya, jangan ulangi ini dengan gadis lain ya .. “
“ maksud mu ? “.
“ eee – owari .. “, sora pun menangis kembali.
“ Sora ! Sora ! gomenasai ! hontou ni gomenasai~~!!” jerit Takuya.
“ ya, aku sudah memaafkanmu .. “ sora hanya tersenyum.” Tapi semua rasa percayaku hilang Takuya, sayonara~~! “.
Sora pun berlari. Kini takuya tak mengejarnya. Ia menyadari akan kebodohannya selama ini. Ia masih dalam keadaan berlutut ditengah keramaian Tokyo.


Seketika, terlintas di benaknya, aku memang tidak pantas untuk sora, aku tidak pantas mendapatkan cinta sora, dipikirkan sora. Sungguh beruntungnya aku, sempat mendapatkan dirinya, tapi kini, dengan bodohnya kulepaskan begitu saja .. kulepaskan begitu saja ia terbang ~~ !
Tak lama, hujan pun turun ..

“ KOISHIKUTEEE~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~!!!!! “.

Takuya berteriak sekencang mungkin. Ya, sampai akhirnya, sora pun menoleh dan memberikan senyum kepadanya. Mungkin itu adalah senyum terakhir sora untuknya.

Esok pun datang. Ada sebuah kabar dari sekolah, bahwa .. sora pindah sekolah ke belanda karna ayahnya yang ditugaskan kerja ke belanda. Yah .. owari! Semua berakhir. Takuya yang dulu, semua berubah. Ia kehilangan semuanya hanya karna sebuah kebodohan. Koishikute~!

-OWARI-

1 comment:

ZARA said...

baguss..sad ending!!